3 Tips Talenta Digital Indonesia Go International

3 Tips Talenta Digital Indonesia Go International

Aida Fitryani (23 tahun) adalah web developer lulusan IDCamp 2020 yang karyanya telah dinikmati audiens mancanegara. Sehari-harinya Aida bekerja di di PT Mirai Internasional Indonesia, anak perusahaan Jepang, yaitu Nakabayashi Co Ltd. Aida membuat aplikasi dengan teknologi cloud storage yang luas diunduh serta digunakan oleh konsumen Jepang.

“Fueru Album,” nama karyanya. Aplikasi ini tersedia dalam versi web dan aplikasi. Telah diunduh 20,000 users Jepang di Play Store dan App Store (data 25 September 2020) .

Bagaimana tips dari Aida sehingga bisa menghasilkan karya yang tembus hingga ke mancanegara? Kita simak

Mendesain App “Fueru Album” untuk User Jepang

Bersama tim yang berjumlah 8 orang, peraih Beasiswa IDCamp Kelas Membangun Progressive Web App ini berhasil mendesain aplikasi Fueru Album tersebut dengan saksama. Seperti ini cara kerjanya:

  • User mengambil foto lewat kamera HP atau kamera digital
  • Aplikasi melakukan auto-backup foto-foto tersebut di cloud storage
  • Menggunakan AI, tiap bulan aplikasi akan merekomendasikan mana saja foto-foto terbaik
  • Jika user suka dengan pilihan foto dan ingin mencetaknya, aplikasi akan memroses permintaan tsb
  • Aplikasi akan mengirimkan album print out foto tersebut ke rumah/alamat userAplikasi Fueru Album karya Aida dan tim Mirai International Indonesia

Aida tak pernah mengira bahwa keahlian codingnya membawa ia sampai di titik di mana karyanya luas dinikmati oleh user di luar negeri. Sehari-hari pekerjaannya lekat dengan Front-end dan Back-end dengan bahasa pemrograman JavaScript dan PHP. “Sulit tapi menyenangkan,” ujarnya riang.

Tanggung jawabnya banyak, mencakup implementasi features pada aplikasi, bug fixing, testing, dan menjaga server. Di antara semua, tugas terbesarnya adalah memastikan app buatannya yang mengandung jutaan data pengguna, berfungsi baik tanpa gangguan bug. Apalagi dengan latar-belakang kultur Jepang, perusahaannya sangat customer-oriented. Aida harus memastikan bahwa setiap feature benar-benar tereksekusi sesempurna mungkin.

Aplikasi Fueru Album karya Aida dan tim Mirai International Indonesia

Hard Skill sebagai Developer, Mutlak Perlu

Di Jepang app garapan Aida dan team, sedang berkembang pesat. Aida menyimpan harapan bahwa karyanya kian dinikmati dan suatu saat bisa lanjut bekerja di negeri sakura. Sebabnya, induk perusahaan Jepangnya yang bernama Nakabayashi, merupakan salah satu big player pada bisnis tsb.

Aida merasa beruntung bahwa bekal ilmu yang didapat dari Beasiswa IDCamp bisa membantunya baik dalam merintis karir saat ini maupun menyibak peluang kerja masa depan.

“Dengan sertifikasi Dicoding via beasiswa IDCamp, saya jadi tahu kompetensi coding saya itu ada di level mana. Materi ajar sangat lengkap. Saya bisa mengikutinya pelan-pelan. Plus dengan adanya code reviewer, saya jadi tahu bagian mana yang kurang dari code saja, sehingga kedepannya code saya bisa lebih baik lagi.” (Aida)

Belajar MPWA di Dicoding, Aida mengaku dirinya kini dapat membuat aplikasi web yang responsif dari dasar sekali (scratch), sehingga lebih mengerti dasar-dasarnya. Belum lagi tentang push notification dan cache yang kerap ia terapkan.

Aida sehari-harinya rutin berinteraksi dengan para koleganya yang berwarga negara Jepang. Sosok bersemangat ini mengatakan bahwa:

“Dari segi skill, talenta Indonesia benar-benar tidak kalah saing jika dibanding dengan developer Jepang. Pengalaman saya, justru developer kita jauh lebih cepat dan lebih update akan perkembangan terbaru.”

3 Tips untuk Berkarya Go-International

Menutup pembicaraan sore itu, Aida menyampaikan semangatnya pada developer Indonesia lainnya lewat tips berikut ini.

  • Hardskill & Softskill
    Pintar coding, mutlak perlu. Tapi itu saja tak cukup. Harus bisa jual ide lewat inovasi, problem-solving, kerja sama, dan adaptasi budaya.
  • Karya yang User-oriented
    Bangunlah produk yang berfokus pada user. Apa masalah user yang ingin kita pecahkan? Apa komplain mereka? Singkatnya, ”Jual lah produk yang benar-benar user butuhkan saja” (John Chambers, Connecting the Dots)
  • Networking
    Tanpa networking, tak ada klien. Perlakukan jejaring, khususnya mitra, sebagai klien. Layani dengan karya terbaik. Hasilnya? Tumbuhlah trust/rasa percaya untuk mulai proyek bersama. Ini tak ternilai harganya.

Pengalaman Aida telah membuktikan bahwa dengan ketiga hal di atas, peluang setinggi apapun di dunia digital, bisa kita raih. Termasuk di dalamnya, kesempatan membuat karya go-international seperti yang ia lakukan. Anything is possible.

3 Tips Talenta Digital Indonesia Go International