Melalui IDCamp Bootcamp, Indosat Ooredoo Dukung Penuh Komunitas Developer Penyandang Disabilitas di Indonesia

Indonesia memiliki 1 juta orang tuna rungu yang belum mendapat pekerjaan layak. Tahun 2030 jumlahnya diperkirakan meningkat hingga 11 juta orang tuli (Data Wonder Koding 2019). Faktanya, kesenjangan orang tuna rungu dalam mengakses penguasaan teknologi digital semakin lebar. 

Banyak anak muda penyandang disabilitas yang akhirnya terpaksa menggeluti profesi rendahan atau menjadi pengangguran. Padahal dengan skill yang memadai, mereka bisa menjadi angkatan kerja yang mampu bersaing di era industri digital saat ini.

Lewat program IDCamp, Indosat Ooredoo mendukung penuh Wonder Koding, sebuah komunitas pelatihan IT offline bagi anak muda difabel tuna rungu yang berbasis di Bogor. 

Sampai saat ini Wonder Koding telah memiliki 3 angkatan / batch dengan puluhan anggota. Komunitas yang didirikan pada (mohon di cek tahun berapa) ini telah melebarkan sayapnya ke Yogyakarta, dan Bandung.

Sebagai pilot project, Indosat Ooredoo memberikan beasiswa belajar coding dengan materi Android Developer Expert kepada 8 orang developer difabel terpilih dari Wonder Koding. Mereka semua telah lulus dari kelas Android Developer Pemula secara online dengan hasil baik. Pada tamggal 9-13 Desember nanti mereka akan mendapatkan pelatihan tatap muka (offline) yang didampingi oleh trainer developer expert dari @dicoding, dalam program IDCamp Bootcamp x Wonder Koding.

“Kami berterima kasih pada Indosat Ooredoo yang menggelar IDCamp Bootcamp. Semoga nantinya anak-anak dapat mandiri dan memperoleh pekerjaan yang layak sebagai developer android.”

(Tanti Giarty, CEO dan Co-founder Wonder Koding)

Lalu seperti apa kata salah seorang penerima beasiswa belajar coding online dalam IDCamp, yang juga diterima mengikuti program bootcamp ini? 

Kalau sehat, tiap hari harus ngetik (kode). Tidak malu. Tidak sedih.” 

(Yusuf, penerima beasiswa Android Expert IDCamp)

Selamat Hari Disabilitas Internasional.

Developer Penyandang Disabilitas, BISA !